Tampilkan postingan dengan label Kesesi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesesi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 Juli 2010

Kesesi: Asal usul pekalongan

black and white,photography,grassy fieldAsal usul nama Kota
Pekalongan sebagaimana
diungkapkan oleh masyarakat
setempat secara turun
temurun terdapat beberapa
versi. Salah satunya disebutkan
adalah pada masa Raden
Bahurekso sebagai tokoh
panglima Kerajaan Mataram.
Pada tahun 1628 beliau
mendapat perintah dari Sultan
Agung untuk menyerang VOC
(Vereenigde Oost Indishe
Compagnic / Perserikatan
Maskapai Hindia Timur) di
Batavia. Maka ia berjuang
keras, bahkan diawali dengan
bertapa seperti kalong /
kelelawar (bahasa Jawa : topo
ngalong) di hutan Gambiran
(sekarang : kampung Gambaran
letaknya disekitar jembatan
Anim dan desa Sorogenen).
Dalam pertapaannya
diceritakan bahwa Raden
Bahurekso digoda dan
diganggu Dewi Lanjar beserta
para prajurit siluman yang
merupakan pengikutnya.
Namun semua godaan Dewi
Lanjar beserta para
pengikutnya dapat dikalahkan
bahkan tunduk kepada Raden
Bahurekso. Kemudian Dewi
Lanjar, yang merupakan utusan
Ratu Roro Kidul memutuskan
untuk tidak kembali ke Pantai
Selatan, akan tetapi kemudian
memohon ijin kepada Raden
Bahurekso untuk tinggal
disekitar wilayah ini. Raden
Bahurekso memenuhi
permohonan ini bahkan Ratu
Roro Kidul juga menyetujuinya.
Dewi Lanjar diperkenankan
tinggal dipantai utara Jawa
Tengah. Konon letak keraton
Dewi Lanjar dipantai
Pekalongan sebelah sungai
Slamaran. Sejak saat itu,
daerah tersebut terkenal
dengan nama Pekalongan.
Dalam versi lain disebutkan
bahwa nama Pekalongan
berasal dari istilah setempat
HALONG - ALONG yang artinya
hasil yang berlimpah. Jadi
Pekalongan disebut juga
dengan nama PENGANGSALAN
yang artinya pembawa
keberuntungan. Nama
Pengangsalan ini ternyata juga
ada dalam babad Mataram
(Sultan Agung) , yaitu :
"Gegaman wus kumpul dadi siji,
samya dandan samya numpak
palwa, gya ancal mring
samudrane, lampahe lumintu,
ing Tirboyo lawan semawis, ing
Lepentangi, Kendal, Batang,
Tegal, Sampun, Barebes lan
Pengangsalan. Wong pesisir
sadoyo tan ono kari, ing Carbon
nggertata".
Artinya : "senjata-senjata telah
berkumpul jadi satu. Setelah
semuanya siap, para prajurit
diberangkatkan berlayar.
Pelayarannya tiada henti-
hentinya melewati Tirbaya,
Semarang, Kaliwungu, Kendal,
Batang, Tegal, Brebes dan
Pengangsalan. Semua orang
pesisir tidak ada yang
ketinggalan (mereka berangkat
menyiapkan diri di Cirebon
untuk berangkat ke Batavia
guna menyerbu VOC Belanda)".
sumber
dari: www.batikmarkets.com

Rabu, 07 Juli 2010

Sekilas tentang kesesi


Kesesi adalah sebuah kecamatan yang masih termasuk dalam wilayah administrasi kabupaten pekalongan,jawa tengah.
Dan merupakan kecamatan dibagaian paling barat di kabupaten pekalongan,yang dibatasi oleh sebuah sungai besar yang disebut dengan kali layang atau kali layangan. Sungai besar yang berada dikecamatan kesesi bagaian barat ini memisahkan antara kabupaten pekalongan bagaian barat dengan kabupaten pemalang bagaian timur.
Cukup luasnya area persawahan diwilayah ini, menjadikan mayoritas penduduk dikecamatan ini
merupakan para petani penggarap sawah, sebagaian lagi berdagang,dan kebanyakan dari pemuda dikesesi merantau dijakarta, atau kota-kota lain sebagai karyawan pabrik,garmen,dan konfeksi.
Perkembangan demi perkembangan mulai terlihat lebih cepat ketika dipindahkannya kantor kabupaten pekalongan dikota kajen yang bersebelahan langsung dengan kecamatan kesesi paling timur.
Ini terlihat dari mulai diperbaikinya akses-akses utama yang menghubungkan antara kajen dan kesesi, fasilitas-fasilitas publikpun mengalami segala perbaikan seperti pasar utama,sekolah,dll di kecamatan kesesi.
Tentu saja ini akan berpengaruh besar kepada aktivitas ekonomi yang ada di wilayah ini, meski itu belum cukup jelas terlihat,namun beberapa tahun mendatang perubahan besar kepada aktivitas ekonomi warga.
Kita semua berharap kemajuan demi kemajuan akan terus terjadi dan menjadikan warga lebih baik dalam kehidupan,ekonomi,budaya,dll.
Hampir semua warga kesesi adalah muslim,
kegiatan kegamaan yang sangat kental cukup mewarnai kehidupan warga,
seperti aktivitas keorganisasian,pengajian-pengajian rutin, dzikir bersama,dll
kehidupan yang sangat agamis menjadi selaras dengan kabupaten pekalongan yang diberi slogan sebagai kota santri.
organisasi-organisasi islam pun berkembang cukup baik diwilayah ini seperti NU,MUHAMMADIYAH,RIFA'IYAH, dll,
keharmonisan hidup warga pun terbangun dengan cukup baik,hampir tidak pernah terjadi konflik antar warga, atau hal-hal lain yang memicu terjadinya perpecahan.
Kehidupan yang damai,saling menghormati, gotong-royong,serta toleransi antar warga menjadi harmonisasi yang sangat indah,mewarnai hampir disetiap desa,dan dusun di wilayah ini.
Kiranya cukup yang kami sampaikan sekilas tentang kesesi, dan untuk informasi lain seputar kesesi,serta info-info lain.seperti pendidikan,tutorial agama,tehnologi,dll. kami mengajak anda untuk bergabung dan memposting tentang apa saja disini.

Terima kasih